Thursday, August 27, 2020

Dalam Genggaman Tuhan

 Lelah dalam melangkah, letih untuk berlatih, pedih terasa menindih, sukar telah mengakar, usang pikiran menentukan arah kehidupan. 

 Jutaan karang seolah menghadang, ribuan bebatuan seolah menghunjam dan pertolongan pun seolah melambaikan tangan, terpaku melihat lingkup keadaan dan perubahan hanyalah halu dalam tabir kenyataan. 

 Hidup dalam kesukaran, lalu kebahagian hanyalah bayang dalam sebuah angan, bosan dan kepedihan sangatlah berteman dalam arus lintang perjalanan. 
 Apakah kemudahan takan pernah kutemukan? Apa memang inilah garis yang telah ditakdirkan tuhan? Sehingga nestapa kehidupan akan terus abadi untuk kurasakan, adilkah engkau tuhan? Membiarkanku melangkah dalam badai keputusan asaan. 

  Lelah sudah meratapi hidup dalam kehampaan, bayang kesuksesan teman adalah ranjau yang kurasakan. Ingin kutakan pada Tuhan mengapa demikian? Namun kusadari hal itu hanyalah membuatku kufur dalam serambi kenikmatan, karena nikmat Tuhan telah banyak tanpa berbalaskan. 
  Merenung dalam kesendirian di bawah dekapan rembulan, pikiran terdiam bak dahan dalam pepohonan sembari kuratapi arus getir kehidupan. 
  Sadar terasa menampar, oleh nikmat yang telah ku ingkar, karena dalam pikiranku hanyalah rasa sukar, padahal samudra nikmat tuhan itu luas dan amatlah besar. Kuyakin rizki takan tertukar, jodoh kan terhantar dan maut pun takan menghindar, oleh Tuhan sang yang maha benar. Rasa keputus asaan pun seolah memudar dan bersilih yakin yang menyambar. 

  Oleh hati dan pikiran, kusadar melalui proses perjalanan, sukar bukan alasan untuk mengeluh tentang kehidupan, justru ia mengajarkan tentang arti sebuah kesabaran, ternyata aku telah buruk pikiran pada Tuhan pemilik segala urusan. 

  Dalam genggaman Tuhan seluruhnya ku serahkan. Lelah, letih beriring kesulitan pula kusadar itu bagian dari bumbu kehidupan. Tak selamanya sukar datang dengan motif kegagalan, kuyakin dengan pertolongan tuhan itu semua bagian dari proses perjalanan. Bagiku do'a dan usaha itulah kewajiban dan tentang hasil pada Tuhanlah semua kupasrahkan. 

  Pesanku pada semua teman, semangatlah dalam proses perjalanan, sulit dan sukar adalah bagian dari bumbu kehidupan, tugas kita hanyalah usaha dan do'a dengan penuh keyakinan. 

Sekian Terimakasih 😊
Dan teruntuk temen yang menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku ini atau sekedar mampir pun matur nuwun sekali. 
Kalau mau request DM aja lewat e-mail ku ya. 

Semangat membaca, dan nantikan tulisanku di episode selanjutnya teman. 

Bye salam coretan tintaku 😉
Wassalamualaikum wr wb. 

  
  

Tuesday, July 28, 2020

Khatulistiwa Cinta

 Terbang di atas angan, menelusuri khayalan di bawah garis keyakinan adalah upaya menembus cakrawala rasa yang seolah membabi buta di tiap getar kalbu seorang hamba. 

 Dalam pikiran ia menari, mengindap dalam denyut nadi, dan mengunci apa yang ada dalam isi mata hati. 

 Namun seolah ia sulit tuk bertepi bak diri terkunci di balik jeruji mimpi, kusadari bintang pun tak selamanya hadir dalam malam yg sunyi, seperti terik mentari yg akan redup lalu pergi bila bulan menghampiri.
 Kau tahu apa yang ku maksud tadi? Yah, ialah senandung Cinta antara aku dan dirinya, yang terpisah oleh dinding keadaan, terbelah oleh garis keturunan, dan terhalang oleh tabir kehidupan. 

 Maka aku bertanya pada cakrawala, apakah serpihan rasa tak bisa menyuburkan benih asmara? Atau haruskah aku bertanya pada air mata kenapa ia sangat bersahabat dengan duka? 

 Dan seperti goresan garis khatulistiwa, Ku bentangkan segala kemampuan dan ku tutupi seluruh kekurangan lalu ku berkata " bila kau diciptakan sebagai selatan sedang aku zona utara, kucoba merayu tuhan geserlah hamba walau hanya di barat daya ".

  Dalam selimut nestapa ku bercerita dengan dongeng realita ku berduka, biarlah puing rasa ini sirna terbakar cumbu api asmara, namun bisikan hati kecilku seolah berkata " kau adalah karang yang keras dan kuat dalam menghadapi terpaan halauan, maka hadapilah dengan do'a, usaha dan keyakinan bahwa tuhan pasti akan mengizinkan dengan penuh kemudahan, karena sejatinya khatulistiwa hanyalah simbol kata namun tata surya tetaplah berputar pada porosnya ".
 Tekad semangat yang bersemayam amat mendalam, bersembunyi di balik tirai kegelis-ahan pun seolah muncul dengan perlahan beriring keyakinan menggusur dinding keputus asaan, diriku terbangun lalu kukatakan pada alam " hei tak semudah itu aku tenggelam dengan sampan keyakinan, dayung kesemangatan akan ku raungi lautan untuk bertepi pada  hati sang pujaan ".

 Garis takdir telah terukir, garis khatulistiwa memanglah ada tapi kasih dan cintaku bukan sekedar senda belaka tapi ia nyata meski dalam zona berbeda, aku dan dia adalah  Khatulistiwa Cinta. 

Sekian terimakasih 😊.

Teruntuk temanku semua yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisanku ini saya ucapkan terimakasih banyak dan bila ingin me-request DM aja lewat IG atau alamat email aku ya, oke sampai jumpa di coretan tinta selanjutnya 😊.

Wassalamualaikum wr wb. 


Friday, July 3, 2020

Kekasih Titipan

Sudahlah biarkan aku pergi dini, mungkin akan hadir orang terbaik untukmu setelah ini. 
------

  Di antara sekian banyak manusia yang kita jumpa, dan dari banyaknya orang yang kita kenal sapa mungkin tak semuanya dari mereka kita suka, hanya ada satu atau beberapa yang membuat hati terbuka, gelegar diri tak berdaya ingin sekali memilikinya atau sebatas teman dekat saja. 
  Tak heran dari kedekatan itu peluang untuk semakin dekat bahkan potensi tuk memiliki semakin terbuka sehingga penyematan kekasih pun jatuh ( hati ) padanya. 
 Nah, ketika orang yang kita suka telah berada pada posisi yang kita inginkan, timbulah hasrat dan niat untuk membahagiakan, dan kondisi seperti ini akan membuat fungsi akal dan hati menjadi mati sebab diri telah dikuasai oleh sang pujaan hati. 
  Dan ketika waktu kebersamaan mulai terasa menyenangkan, siang terasa cepat, malam seolah singkat menunggu pagi pun terasa berat, dompet ingin selalu padat, diri mulai terawat, waktu dengan teman mulai tak ingat oleh karena hati yang dipikat oleh nafsu sesaat. 
  Dan tatkala kebersamaan yang sudah di jalin dengan jalan yang cukup lama dan valid, anniversary sudah berjilid jilid dan bahkan kondisi yang memungkinkan mengarah pada zona yang lebih baik lagi terkadang cobaan silih berganti datang menghampiri. 
  Tak jarang keegoisan pun hadir bila kedua hati tak ada yang mau mengerti, cuek yang tak di sadari atau kebiasaan lalu lupa tuk di lakukan kembali sehingga kata ilfil, kesal, dan bahkan curiga mulai menghampiri dan situasi ini rentan untuk saling membenarkan diri dan bila tak ada kedewasaan sendiri sulit rasanya untuk di perbaiki hubungan yang semua tak ternodai kini harus sirna oleh konflik keegoisan diri sendiri. Dan tetapi, bila diri mampu tuk melewati rintangan yang demikian tadi maka semoga kebersamaan ini menjadi abadi hingga jenjang pelaminan nanti. 
 Namun, apabila rintangan datang dari orang tua yang tak merestui, atau dari cobaan problema keegoisan dan kekecewaan tadi atau bahkan takdir tuhan tak meridhoi maka tak ada daya manusia yang lemah ini untuk melawan atau menerobos takdir tuhan yang telah di garisi olehnya sang pemilik hati. Gundah, risau, sedih, luka nestapa hati kata ikhlas tertuntut pada diri ini karena tuhan lebih tau siapa, kemana, dan kapan hati ini harus menepi. Berbaik sangka padanya dan jangan pernah sebaliknya, ingat tuhan maha mengetahui segalanya dan terbaik untuk hambanya. 
  Padamu kasih, Sudahlah biarkan aku pergi dini, mungkin akan hadir orang terbaik untukmu setelah ini. 
 Bagiku engkau adalah kekasih yang tuhan titipkan padaku untuk menjaga, menemani, mengasihi, menghibur ketika kau merasa sepi, bertahun lamanya kita menjalani kisah ini dan ternyata takdir tuhan berkata lain, ia mempunyai seseorang terbaik dan tepat untukku dan untukmu yang masih ia rahasiakan, pesanku jaga dirimu, ingat kita pernah bersama melewati berbagai rasa pahit manisnya kehidupan, kebersamaan singkat ini akan ku kenang hingga akhir hayatku nanti, selamat tinggal kasih, semoga bahagia dan do'aku terbaik selalu hadir untukmu. 

Sekian, terimakasih 😊
Dan teruntuk temen yang menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku ini atau sekedar mampir pun matur nuwun sekali. 
Kalau mau request DM aja lewat e-mail ku ya. 

Semangat membaca, dan nantikan tulisanku di episode selanjutnya teman. 

Bye salam coretan tintaku 😉
Wassalamualaikum wr wb. 

Thursday, July 2, 2020

Rasa yang lalu

  Kita tahu bahwa hujan menyisakan genangan air seperti rasa menyisakan sebuah kenangan air mata. 
 Bayangan kecintaan pada seorang pujaan memang terkadang menyisakan luka yang mendalam bila semua itu hanyalah sebuah kenangan. Senyum Indah, jelita wajah dan nurani yang mustahil berpindah adalah sebuah realita rasa bila manusia sedang mencinta, namun bagaimana bila ia sirna bak terpaan badai di pagi buta pohon tumbang tak berdaya hanyalah serpihan kata bahwa dahulu aku pernah mencintainya. 
 Dahulu aku rasa tak ada seorangpun yang melampaui cantik rupa, merdu suara dan Indah senyumnya kecuali hanya ia sang pujaan belai mata. Namun, ternyata aku buta dan di butakan oleh cintaku padanya, betapa tidak rasa yang tumbuh ini seolah menyeretku pada siksa batin yang kurasa, semakin ku suka terpaan lara yang kurasa, duka yang selalu hadir oleh sandiwara seolah aku bahagia bila bersamanya.
namun ternyata tidak, semua itu dahulu yang kurasa sebelum kecewa dan realita yang ada, datang menyapa lalu semua itu hanyalah kata bawa aku dulu pernah memiliki rasa padanya. 

Sekian, terimakasih.
Untuk kalian yang seneng baca tulisan aku, di DM aja ya via email aku di ahmadibnumimbar@gmail.com untuk request judul yang temen mau, pokoknya makasih bgt udah sedia membaca 😉.

Ingat, jangan mudah suka dan cinta sebelum ada yang meyakinkannya, dan jangan mudah yakin kalau belum ada buktinya 😊.

Bye sampai jumpa di tulisan aku selanjutnya .
Wassalamualaikum wr wb. 




Saturday, June 6, 2020

Cinta Dalam Do'a

Seutai kata pembisu logika, sepucuk rasa pembelenggu nista, baik dan buruk pun tumpul tak bermakna, bila ia hadir dalam sanubari umat manusia, ialah Cinta, sang nahkoda rasa pemenjara mata, nurani dan logika. Tak heran kemudian lahir sebuah ungkapan kata bahwa cinta itu buta. 
Cinta bagaikan lautan tak bertepi, sunyi gelapnya hati dan nurani seolah mati bila benih Cinta telah tumbuh subur lalu mengakar dalam sanubari. 
Cinta memang selalu memberikan sebuah sinergi, baik positif maupun negatif. Bahkan, tak jarang ia menyulap seseorang dari karakter asli nya, berapa banyak si penakut mendadak pemberani, si pemarah menjadi penyabar lalu si kikir menjadi baik hati, karena kecintaan pada seorang belaian hati. 
Mencintai dan dicintai bagaikan 2 bola mata, tak dapat di pisahkan guna melahirkan sebuah kebahagiaan. Namun tak jarang kebahagiaan yang di dambakan seolah memudar lalu sirna bila bola mata yang seyogianya bersama hanya menjadi impian belaka, ketika ekspektasi tak sesuai realiata yang ada. 


Dengan demikian lalu lahirlah puing serpihan kata bersandarkan rasa yaitu Cinta Dalam Do'a. Gejolak rasa bermandikan lara lalu kobaran api Asmara yang membara tidaklah cukup menyembunyikan rasa bernama Cinta tak ada daya maupun upaya yang sanggup memadamkannya kecuali hanya dengan do'a. 
Sebagai insan biasa, sangat lazim bila ingin merasakan manisnya madu Cinta. 
Cinta yang lahir kepada seseorang belum tentu mendapatkan impian jawaban maka tak jarang cinta hanya bertepuk sebelah tangan. Mencintai pujaan hati yang bersebrangan dengan skala kondisi diri sangatlah berpotensi merasakan pahit empedu dari cinta ini. 
Yah hanya denganlah do'a bermohon kepada tuhan yang maha esa agar terbukanya hati orang kita cinta, rintihan kala sujud bermandikan air mata bentuk dari pengorbanan jiwa dan raga semoga takdir tuhan yang mempersatukannya. 
Rasa cinta yang ada akan sangat sensitif tersenggol lalu terbakar oleh api cemburu yang membara bila sang tercinta dekat dengan yang lainnya walaupun hanya sejengkal saja. 
Maka dari itu Cinta yang bersembunyi di balik tembok do'a adalah jalan transparan menuju haqiqat yang sebenarnya bila kekuasaan tuhan telah menentukan takdir untuk kita bersamanya, yah semoga. 
Tak sedikit orang yang berhubungan tahunan harus terseok seok menjalani dan untuk mempertahankan hubungan tersebut hingga pada akhirnya, teror kata yang horor di dengar yaitu berpisah menyisahkan luka di salah satu hati keduanya. Dan begitu pula tak sedikit orang yang hubungannya baru seusia jagung telah sampai pada panggung pelaminan dan menuju kebahagiaan yang dimimpikan. 

Nah, sobat ku semuanya jangan pernah kita berhenti untuk berdo'a pada objek wanita/pria yang telah cocok menurut observasi kita semua, karena sejatinya walaupun hanya sebatas do'a semata percayalah bila takdir tuhan telah tertulis kita akan bersamanya walaupun rupa, harta bahkan kondisi kita yang sangat berseberangan dengannya pasti itu akan menjadi realita yang sesungguhnya. 

Ingat pesan saya di tulisan sebelumnya perihal jodoh yaitu, jika kau tak menemukan Cinta biarlah Cinta yang akan menemukan kau. 

Oke terimakasih atas kesediaan untuk membaca tulisan saya, ingat jangan pernah berhenti terus berdo'a untuk kebaikan kita dan Dia khususnya.  

Tetap semangat menjalani hidup dan jangan berputus asa, karena masih banyak orang yang mencari sosok seperti anda 😉.

Salam coretan tinta di tulisan selanjutnya, bye 😊.


Saturday, May 16, 2020

Sendiri yang tak menyepi dan tak sepi walau sendiri.


Sepi merupakan bagian dari silih bumbu kehidupan, terkadang ia hadir di saat yang tak diinginkan, berbicara sepi tentu selalu dikaitkan bahkan bersinambung dengan sebuah rasa. 
Yah, sepi dan rasa adalah 2 kata yang seolah menyatu dalam ruang perasaan sehingga lahir sebuah kata yaitu Rasa Kesepian. 
Nah, rasa kesepian bagaikan pohon tak berdaun atau air yang tak berasa, ia hambar dalam kehidupan, mengambang dalam zona harapan atau menggantung dalam radar impian. 
Namun rasa sepi ini tak lazim bahkan tak elok bila kita sandingkan dengan kata sendiri. 
Yah, sendiri bukan lah alasan untuk kita menyepi, terkadang sendiri tanpa bertemankan kekasih lebih menyenangkan karena memiliki peluang atau waktu untuk hal di luar itu, radar pertemanan tak berperaturan lalu kekang sosial tak akan muncul terdengar oleh karena sebuah kesendirian. 
Sendiri memanglah terlihat mengenaskan apalagi bila di kaitkan dengan seseorang dan berkaca pada teman. 
Bila sendiri bagaikan dulang yang kosong, centang perenang tak bermakna, itu karena di tinjau dari sudut yang sempit saja. 
Lebih dari itu, bila fase sendiri di isi dengan sebuah kekreatifan yang bermanfaat dan bernilai kebaikan, maka sendiri dapat menjadi proyek untuk memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. 
Gejolak hati dalam sanubari berkemaskan sepi, bukanlah alasan untuk lemah lantas mundur lalu menyepi oleh karena sendiri, sendiri bukan pula lampu merah lalu berhenti dalam perjuangan hidup ini. 
Lihatlah matahari ia pun sendiri namun pernahkah ia bosan untuk terus bersinar dan menyinari? 

Tak selamanya sendiri itu sepi dan tak semua sepi oleh karena sendiri. Tetaplah semangat jalani hidup ini meski dg sendiri sebab dunia terlalu luas untuk sebatas direnungi, bangkitlah lihat indahnya alam ini. 

Maka saya pribadi berprinsip dalam jodoh, " Bila kau tak menemukan Cinta, biarlah Cinta yang menemukan kau ".

Sekian dari saya semoga dapat sedikit termotivasi untuk bersemangat walau sendiri. 
-achmad ibnu mimbar. 

Thursday, May 7, 2020

Nestapa Hati Dan Dusta sanubari

Tentang sebuah rasa yg membara dalam sanubari seorang hamba, berperang dg perangai dusta yg bersemayam lekat dalam jiwa, kepercayaan yg tumbuh seolah layu tehempas udara sandiwara, sejatinya mendung jarang sekali membohongi hujan. 
Namun, apalah arti hembus angin kasih sayangku lebih dulu datang dari tetesan air hujan. 
Pernah ku berharap bahkan bermimpi bahwa pelangi Indah datang tak hanya sekali namun abadi dalam tajuk suasana hati bertaburkan kasih dan cinta pada diri. 
Kadang aku terheran dengan buai kata Indah bak permata di dasar samudera namun realita yg ku tuai tak seindah bayang yang ukir dalam logika, bila memang manusia hanya mampu tuk berkata kumohon hindari janji belaka sebelum pergiku datang sebagai malapetaka. 
Nestapa hati tak bisa dipungkiri oleh dusta sanubariku sendiri bahwa aku masih menyayangi dan mencintaimu, kasih. 

Syair Mencintainya dalam Diam

أحببتها والصمت يحرق مهجتي ودموع عيني في الخفاء تسيلُ كم كنت أرجو أن أبوح بحبها لكنّ صوتي بالدجى مقيّلُ أرنو إليها من بعيدٍ خاشعًا والقلبُ يض...