Saturday, June 6, 2020

Cinta Dalam Do'a

Seutai kata pembisu logika, sepucuk rasa pembelenggu nista, baik dan buruk pun tumpul tak bermakna, bila ia hadir dalam sanubari umat manusia, ialah Cinta, sang nahkoda rasa pemenjara mata, nurani dan logika. Tak heran kemudian lahir sebuah ungkapan kata bahwa cinta itu buta. 
Cinta bagaikan lautan tak bertepi, sunyi gelapnya hati dan nurani seolah mati bila benih Cinta telah tumbuh subur lalu mengakar dalam sanubari. 
Cinta memang selalu memberikan sebuah sinergi, baik positif maupun negatif. Bahkan, tak jarang ia menyulap seseorang dari karakter asli nya, berapa banyak si penakut mendadak pemberani, si pemarah menjadi penyabar lalu si kikir menjadi baik hati, karena kecintaan pada seorang belaian hati. 
Mencintai dan dicintai bagaikan 2 bola mata, tak dapat di pisahkan guna melahirkan sebuah kebahagiaan. Namun tak jarang kebahagiaan yang di dambakan seolah memudar lalu sirna bila bola mata yang seyogianya bersama hanya menjadi impian belaka, ketika ekspektasi tak sesuai realiata yang ada. 


Dengan demikian lalu lahirlah puing serpihan kata bersandarkan rasa yaitu Cinta Dalam Do'a. Gejolak rasa bermandikan lara lalu kobaran api Asmara yang membara tidaklah cukup menyembunyikan rasa bernama Cinta tak ada daya maupun upaya yang sanggup memadamkannya kecuali hanya dengan do'a. 
Sebagai insan biasa, sangat lazim bila ingin merasakan manisnya madu Cinta. 
Cinta yang lahir kepada seseorang belum tentu mendapatkan impian jawaban maka tak jarang cinta hanya bertepuk sebelah tangan. Mencintai pujaan hati yang bersebrangan dengan skala kondisi diri sangatlah berpotensi merasakan pahit empedu dari cinta ini. 
Yah hanya denganlah do'a bermohon kepada tuhan yang maha esa agar terbukanya hati orang kita cinta, rintihan kala sujud bermandikan air mata bentuk dari pengorbanan jiwa dan raga semoga takdir tuhan yang mempersatukannya. 
Rasa cinta yang ada akan sangat sensitif tersenggol lalu terbakar oleh api cemburu yang membara bila sang tercinta dekat dengan yang lainnya walaupun hanya sejengkal saja. 
Maka dari itu Cinta yang bersembunyi di balik tembok do'a adalah jalan transparan menuju haqiqat yang sebenarnya bila kekuasaan tuhan telah menentukan takdir untuk kita bersamanya, yah semoga. 
Tak sedikit orang yang berhubungan tahunan harus terseok seok menjalani dan untuk mempertahankan hubungan tersebut hingga pada akhirnya, teror kata yang horor di dengar yaitu berpisah menyisahkan luka di salah satu hati keduanya. Dan begitu pula tak sedikit orang yang hubungannya baru seusia jagung telah sampai pada panggung pelaminan dan menuju kebahagiaan yang dimimpikan. 

Nah, sobat ku semuanya jangan pernah kita berhenti untuk berdo'a pada objek wanita/pria yang telah cocok menurut observasi kita semua, karena sejatinya walaupun hanya sebatas do'a semata percayalah bila takdir tuhan telah tertulis kita akan bersamanya walaupun rupa, harta bahkan kondisi kita yang sangat berseberangan dengannya pasti itu akan menjadi realita yang sesungguhnya. 

Ingat pesan saya di tulisan sebelumnya perihal jodoh yaitu, jika kau tak menemukan Cinta biarlah Cinta yang akan menemukan kau. 

Oke terimakasih atas kesediaan untuk membaca tulisan saya, ingat jangan pernah berhenti terus berdo'a untuk kebaikan kita dan Dia khususnya.  

Tetap semangat menjalani hidup dan jangan berputus asa, karena masih banyak orang yang mencari sosok seperti anda 😉.

Salam coretan tinta di tulisan selanjutnya, bye 😊.


Syair Mencintainya dalam Diam

أحببتها والصمت يحرق مهجتي ودموع عيني في الخفاء تسيلُ كم كنت أرجو أن أبوح بحبها لكنّ صوتي بالدجى مقيّلُ أرنو إليها من بعيدٍ خاشعًا والقلبُ يض...