Tuesday, February 18, 2025

Syair Mencintainya dalam Diam

أحببتها والصمت يحرق مهجتي
ودموع عيني في الخفاء تسيلُ

كم كنت أرجو أن أبوح بحبها
لكنّ صوتي بالدجى مقيّلُ

أرنو إليها من بعيدٍ خاشعًا
والقلبُ يضطربُ الأسى ويَميلُ

إنّي رأيتُ البدر يخفي نورهُ
والزهر في كفّ الظلام ذليلُ

أدنو فتخنقني العِبارةُ رهبةً
ويبوح عن سرّي الفؤاد العليلُ

إنّي أحبكِ لا أطيقُ كِتْمانَهُ
لكنّ وجدي بالبقاء كفيلُ

قدري بأن أبقى أُحبكِ صامتًا
والشوق في صدري لظًى مشمولُ

أهوى ولكن ليس لي في وصْلها
إلّا الدعاءُ بأن يُلينَ سبيلُ





Aku mencintainya, namun diam membakar jiwaku,
Air mataku mengalir sembunyi-sembunyi.

Betapa aku ingin mengungkapkan cintaku,
Namun suaraku terhenti dalam gelapnya malam.

Aku menatapnya dari kejauhan dengan khusyuk,
Sedang hatiku gelisah, gundah dan goyah.

Sungguh, kulihat rembulan menyembunyikan cahayanya,
Dan bunga tertunduk hina di genggaman malam.

Aku mendekat, namun kata-kata tercekik oleh takut,
Sementara hatiku yang luka membisikkan rahasia.

Aku mencintaimu, tak mampu lagi menyembunyikannya,
Namun biarlah kerinduanku tetap terjaga.

Takdirku adalah mencintaimu dalam kesunyian,
Sementara rindu membara di dadaku.

Aku mencintai, namun tak ada jalan untuk bersatu,
Hanya doa yang kupanjatkan agar jalan ini melembut.

Sunday, January 22, 2023

Bahtera Kekecewaan

 Selayaknya sifat manusiawi, terkadang naluri mencintai adalah fitrah ilahi yang sulit dihindari oleh tiap insan yang sehat jiwa, pikiran dan hati. Sejauh apapun kau berlari untuk mencari ruang dirimu bersembunyi, jerat cinta akan selalu menghantui. Dan apa yang kau lakukan bila itu terjadi pada dirimu sendiri? Akankah kau hadapi dengan berterus terang mengungkapkan isi hati atau bersembunyi dalam diam sembari menahan pahit dan sakitnya terbakar api kecemburan yang datang bertubi-tubi, piihan ada di tanganmu sendiri, namun ternyata kau terlambat mengambil keputusan ini, kini dirinya tampak lebih berseri bahkan tersenyum sendiri bila notif berbunyi dalam genggaman jari.

 Terkadang diriku berpikir itukah? Diakah sosok yang ia cari selama ini? Entahlah, firasatku seolah mengingkari bahkan rasa khawatir pun seolah sedang menyelimuti padahal ia yang menjalani semua ini. Mungkin ini adalah over dari ilusi halusinasi dalam gejolak hati yang ku pendam selama ini, menjalar ke semua lini bahkan akalku seolah berhenti berfungsi tertutup tabir cinta yang tidak kumiliki. Bisikan hati seolah ingin menyadari bahwa dirinya sedang terjerat manis janji, tertipu buaian suci padahal bahtera kecewa, patah hati, bahkan benci sedang ia naiki dan ia arungi semua ini  dengan jiwa berseri. Tak tega kuasa hati, melihatmu nanti seperti apa yang kupikirkan saat ini, tidakkah kau berkaca dengan peristiwa lampaumu sendiri dengan mudah menaruh hati lalu bertepi pada pulau yang membahayakan dirimu sendiri dan mungkin hal sama akan kau alami, percayalah aku ingin datang menyelamati tapi perahu kecilku kau sendiri yang melubangi dan membiarkanku tenggelam di dasar palung patah hati. Tentu, menasehati orang yang sedang jatuh hati seperti melarang kafir memakan babi, itulah yang mungkin sedang terjadi. 
 Tahukah kau apa yang sedang ku alami? Pikiran, hati dan jiwaku seolah pergi saat mendengarmu bersanding dengan selain diri ini, dashyatnya perang dalam sanubari terdengar akal, lalu ia seketika tak berfungsi, detak jantung seolah berhenti, bahkan kaki lupa bagaimana caranya berdiri, hampir aku gila dan mati terlindas roda jalan pilihanmu ini. 
 Aku ingin menjadi seperti tali pada sepatumu yang kau ikat erat lalu berjalan bersamamu, aku juga ingin menjadi kaus pada kakimu yang dapat memberi kehangatan ketika dinginnya malam menyelimutimu, atau mungkin menjadi payung yang dapat melidungimu dari derasnya air hujan, sederas aliran darahku Ketika engkau berada di sisiku. sesederhana itu keinginanku hanya untuk berwaktu denganmu. 
 Entahlah, perlu berapa waktu untukku melenyapkan bayang senyummu yang tumbuh dan mekar dalam sanubari hatiku, kau pun tak perlu tau tentang apa yang kuceritakan pada Tuhanku saat keheningan malam menyatu dengan atmaku, namun semua itu seolah hanyalah tulisan bertintakan debu yang hilang terhempas angin, lalu  sirna laksana senja yang  lenyap saat gelap gulita dating menyapa.
Hei nirmala jiwa, mengapa kau berlayar dengan bahtera kekecewaan? tahukah kau ada sampan kecil yang ku simpan namun kupastikan dirimu aman dan berjalan di atas Samudra kebahagiaan. Sudahkah dirimu dibutakan oleh kerupawaan dan mengabaikan dirimu hanyut terbawa ombak kedustaan.
Wasanaku berkata padaku : ‘’ kau telah gila dan terlalu dewana kepadanya hingga syair iblis yang hina telah bertengger pada akal, jiwa dan mata lalu dirimu di butakan oleh dama cinta. Amarah, dendam , buruknya firasat telah bersemayam pada kalbu seorang insan yang malang di abaikan oleh sang kirana pujaan.
 Terkadang, demi asa itu tetap tumbuh dan tak patah, ku anggap dirimu hanyalah objek fatamorgana atau karakter ilusi dalam dongeng legenda yang tak pernah ada di alam nyata.
 Hanyalah do`a semoga bahteramu selamat sampai tujuan dan jauh seperti apa yang kubayangkan, kuyakin nahkodamu piawai membawamu terbang diatas gelombang kegermelapan indahnya kehidupan.

--------------------
Pesanku Cinta memanglah seperti lautan tak bertepi dan gada definisi yang paling mewakili oleh karenanya Cinta tidak bisa dipaksakan tapi bisa untuk dibiasakan hingga akhirnya ia tumbuh hingga mekar pada waktunya. 
Sekian terimakasih. 

 Dan teruntuk temen yang menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku ini atau sekedar mampir pun matur nuwun sekali. 
Kalau mau request DM aja lewat e-mail ku ya. 

Semangat membaca, dan nantikan tulisanku di episode selanjutnya teman. 

Bye salam coretan tintaku 😉
Wassalamualaikum wr wb.

Friday, January 22, 2021

Rindu Tak Terbalaskan.

 Sepatah kata dalam lembar kertas yang kutulis dengan cinta, tatapan mata hanya  tertuju pada putih bersih tak bernoda, perlahan ku gores dengan tinta agar pena bercerita untuk mewakili rasa. Tak ada suara yang kudengar kecuali bunyi tarian pena yang seolah tertawa beriring duka memeluk memori warna yang pernah terukir dengannya.
  Sayup mata mulai bercerita tatkala airmata berjalan menyapa telinga dengan sabdanya, sabda yang tak terdengar oleh telinga tidak berbunyikan suara dan tidak pula terukir oleh tinta namun terasa oleh sanak anggota lainnya. Karena nya mata dapat terpejam, lisan akan terbungkam, batin seolah tertikam bahkan tubuh terbelenggu jerat diam.
 Berkelahi dengan suasana hati, ingin berucap namun tak kuasa diri lalu memilih sembunyi dalam coretan dairy. Kau terlihat begitu kuat untuk bersembunyi dengan jerat dirimu sendiri namun sampai kapan hati dan dirimu kau bohongi? 

  Asa ingin bertemu, kata ingin mencumbu, jiwa ingin bersandar pada bahumu dengan helaian rambut yang ku sebuk bila itu, namun semua itu hanyalah halu yang bernama kan rindu.
 Rindu adalah sihir tak bermantra, namun pekat untuk dirasa, ia menghampiri siapa yang di kehendaki nya, jarak bukanlah lagi persoalannya, karena pulau di seberang samudra pun kan seolah hanya selangkah saja. 
 Apakah ada lagi kisah pilu dari Cinta bertepuk sebelah tangan? ku jawab, Ya ada, ialah Rindu tak terbalaskan. 
 Menahan beratnya kerinduan memang bukanlah puncak dari perasaan, namun pernah kah kau bayangkan bila kerinduan hanya berpijak pada sebelah insan? berteriak dalam pikiran, menyayat hati dengan pisau harapan, membunuh dirimu perlahan dengan racun kerinduan tak terbalaskan. 
 Menutup hati dengan paksaan tak semudah melempar batu ke tepi sungai, emosi terlemparkan lalu rasa terlupakan. Namun, ini tentang kisah perjalanan Cinta ia tumbuh tiba tiba, mekar tanpa duga, lalu pudar tanpa iba. Ia parasit yang ku pelihara dengan Cinta walau menggerogoti jiwa tapi hati enggan melepasnya. 
 Wahai pemilik hati yang kurindui, ada salam dalam diam, dalam diam ku menyapa, lewat sapa kuberdo'a, dengan do'a kubisikan tentang harapan, harapan hanya agar Rinduku Terbalaskan.

-----------
 Pesanku bila kita merindukan seseorang dalam rindu itu ada rasa maka tak ada upaya hanyalah doa. Karena manusia semakin kita kejar bila ia tak sadar maka hanya membuat hati sukar, berjuang sewajarnya lalu temukan titik dimana kamu harus berhenti dan memperbaiki diri lalu yang kamu harus lebih yakini tuhan menyiapkan orang yang terbaik untukmu nanti. 

Sekian terimakasih. 

 Dan teruntuk temen yang menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku ini atau sekedar mampir pun matur nuwun sekali. 
Kalau mau request DM aja lewat e-mail ku ya. 

Semangat membaca, dan nantikan tulisanku di episode selanjutnya teman. 

Bye salam coretan tintaku 😉
Wassalamualaikum wr wb.
 



Thursday, August 27, 2020

Dalam Genggaman Tuhan

 Lelah dalam melangkah, letih untuk berlatih, pedih terasa menindih, sukar telah mengakar, usang pikiran menentukan arah kehidupan. 

 Jutaan karang seolah menghadang, ribuan bebatuan seolah menghunjam dan pertolongan pun seolah melambaikan tangan, terpaku melihat lingkup keadaan dan perubahan hanyalah halu dalam tabir kenyataan. 

 Hidup dalam kesukaran, lalu kebahagian hanyalah bayang dalam sebuah angan, bosan dan kepedihan sangatlah berteman dalam arus lintang perjalanan. 
 Apakah kemudahan takan pernah kutemukan? Apa memang inilah garis yang telah ditakdirkan tuhan? Sehingga nestapa kehidupan akan terus abadi untuk kurasakan, adilkah engkau tuhan? Membiarkanku melangkah dalam badai keputusan asaan. 

  Lelah sudah meratapi hidup dalam kehampaan, bayang kesuksesan teman adalah ranjau yang kurasakan. Ingin kutakan pada Tuhan mengapa demikian? Namun kusadari hal itu hanyalah membuatku kufur dalam serambi kenikmatan, karena nikmat Tuhan telah banyak tanpa berbalaskan. 
  Merenung dalam kesendirian di bawah dekapan rembulan, pikiran terdiam bak dahan dalam pepohonan sembari kuratapi arus getir kehidupan. 
  Sadar terasa menampar, oleh nikmat yang telah ku ingkar, karena dalam pikiranku hanyalah rasa sukar, padahal samudra nikmat tuhan itu luas dan amatlah besar. Kuyakin rizki takan tertukar, jodoh kan terhantar dan maut pun takan menghindar, oleh Tuhan sang yang maha benar. Rasa keputus asaan pun seolah memudar dan bersilih yakin yang menyambar. 

  Oleh hati dan pikiran, kusadar melalui proses perjalanan, sukar bukan alasan untuk mengeluh tentang kehidupan, justru ia mengajarkan tentang arti sebuah kesabaran, ternyata aku telah buruk pikiran pada Tuhan pemilik segala urusan. 

  Dalam genggaman Tuhan seluruhnya ku serahkan. Lelah, letih beriring kesulitan pula kusadar itu bagian dari bumbu kehidupan. Tak selamanya sukar datang dengan motif kegagalan, kuyakin dengan pertolongan tuhan itu semua bagian dari proses perjalanan. Bagiku do'a dan usaha itulah kewajiban dan tentang hasil pada Tuhanlah semua kupasrahkan. 

  Pesanku pada semua teman, semangatlah dalam proses perjalanan, sulit dan sukar adalah bagian dari bumbu kehidupan, tugas kita hanyalah usaha dan do'a dengan penuh keyakinan. 

Sekian Terimakasih 😊
Dan teruntuk temen yang menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku ini atau sekedar mampir pun matur nuwun sekali. 
Kalau mau request DM aja lewat e-mail ku ya. 

Semangat membaca, dan nantikan tulisanku di episode selanjutnya teman. 

Bye salam coretan tintaku 😉
Wassalamualaikum wr wb. 

  
  

Tuesday, July 28, 2020

Khatulistiwa Cinta

 Terbang di atas angan, menelusuri khayalan di bawah garis keyakinan adalah upaya menembus cakrawala rasa yang seolah membabi buta di tiap getar kalbu seorang hamba. 

 Dalam pikiran ia menari, mengindap dalam denyut nadi, dan mengunci apa yang ada dalam isi mata hati. 

 Namun seolah ia sulit tuk bertepi bak diri terkunci di balik jeruji mimpi, kusadari bintang pun tak selamanya hadir dalam malam yg sunyi, seperti terik mentari yg akan redup lalu pergi bila bulan menghampiri.
 Kau tahu apa yang ku maksud tadi? Yah, ialah senandung Cinta antara aku dan dirinya, yang terpisah oleh dinding keadaan, terbelah oleh garis keturunan, dan terhalang oleh tabir kehidupan. 

 Maka aku bertanya pada cakrawala, apakah serpihan rasa tak bisa menyuburkan benih asmara? Atau haruskah aku bertanya pada air mata kenapa ia sangat bersahabat dengan duka? 

 Dan seperti goresan garis khatulistiwa, Ku bentangkan segala kemampuan dan ku tutupi seluruh kekurangan lalu ku berkata " bila kau diciptakan sebagai selatan sedang aku zona utara, kucoba merayu tuhan geserlah hamba walau hanya di barat daya ".

  Dalam selimut nestapa ku bercerita dengan dongeng realita ku berduka, biarlah puing rasa ini sirna terbakar cumbu api asmara, namun bisikan hati kecilku seolah berkata " kau adalah karang yang keras dan kuat dalam menghadapi terpaan halauan, maka hadapilah dengan do'a, usaha dan keyakinan bahwa tuhan pasti akan mengizinkan dengan penuh kemudahan, karena sejatinya khatulistiwa hanyalah simbol kata namun tata surya tetaplah berputar pada porosnya ".
 Tekad semangat yang bersemayam amat mendalam, bersembunyi di balik tirai kegelis-ahan pun seolah muncul dengan perlahan beriring keyakinan menggusur dinding keputus asaan, diriku terbangun lalu kukatakan pada alam " hei tak semudah itu aku tenggelam dengan sampan keyakinan, dayung kesemangatan akan ku raungi lautan untuk bertepi pada  hati sang pujaan ".

 Garis takdir telah terukir, garis khatulistiwa memanglah ada tapi kasih dan cintaku bukan sekedar senda belaka tapi ia nyata meski dalam zona berbeda, aku dan dia adalah  Khatulistiwa Cinta. 

Sekian terimakasih 😊.

Teruntuk temanku semua yang sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisanku ini saya ucapkan terimakasih banyak dan bila ingin me-request DM aja lewat IG atau alamat email aku ya, oke sampai jumpa di coretan tinta selanjutnya 😊.

Wassalamualaikum wr wb. 


Friday, July 3, 2020

Kekasih Titipan

Sudahlah biarkan aku pergi dini, mungkin akan hadir orang terbaik untukmu setelah ini. 
------

  Di antara sekian banyak manusia yang kita jumpa, dan dari banyaknya orang yang kita kenal sapa mungkin tak semuanya dari mereka kita suka, hanya ada satu atau beberapa yang membuat hati terbuka, gelegar diri tak berdaya ingin sekali memilikinya atau sebatas teman dekat saja. 
  Tak heran dari kedekatan itu peluang untuk semakin dekat bahkan potensi tuk memiliki semakin terbuka sehingga penyematan kekasih pun jatuh ( hati ) padanya. 
 Nah, ketika orang yang kita suka telah berada pada posisi yang kita inginkan, timbulah hasrat dan niat untuk membahagiakan, dan kondisi seperti ini akan membuat fungsi akal dan hati menjadi mati sebab diri telah dikuasai oleh sang pujaan hati. 
  Dan ketika waktu kebersamaan mulai terasa menyenangkan, siang terasa cepat, malam seolah singkat menunggu pagi pun terasa berat, dompet ingin selalu padat, diri mulai terawat, waktu dengan teman mulai tak ingat oleh karena hati yang dipikat oleh nafsu sesaat. 
  Dan tatkala kebersamaan yang sudah di jalin dengan jalan yang cukup lama dan valid, anniversary sudah berjilid jilid dan bahkan kondisi yang memungkinkan mengarah pada zona yang lebih baik lagi terkadang cobaan silih berganti datang menghampiri. 
  Tak jarang keegoisan pun hadir bila kedua hati tak ada yang mau mengerti, cuek yang tak di sadari atau kebiasaan lalu lupa tuk di lakukan kembali sehingga kata ilfil, kesal, dan bahkan curiga mulai menghampiri dan situasi ini rentan untuk saling membenarkan diri dan bila tak ada kedewasaan sendiri sulit rasanya untuk di perbaiki hubungan yang semua tak ternodai kini harus sirna oleh konflik keegoisan diri sendiri. Dan tetapi, bila diri mampu tuk melewati rintangan yang demikian tadi maka semoga kebersamaan ini menjadi abadi hingga jenjang pelaminan nanti. 
 Namun, apabila rintangan datang dari orang tua yang tak merestui, atau dari cobaan problema keegoisan dan kekecewaan tadi atau bahkan takdir tuhan tak meridhoi maka tak ada daya manusia yang lemah ini untuk melawan atau menerobos takdir tuhan yang telah di garisi olehnya sang pemilik hati. Gundah, risau, sedih, luka nestapa hati kata ikhlas tertuntut pada diri ini karena tuhan lebih tau siapa, kemana, dan kapan hati ini harus menepi. Berbaik sangka padanya dan jangan pernah sebaliknya, ingat tuhan maha mengetahui segalanya dan terbaik untuk hambanya. 
  Padamu kasih, Sudahlah biarkan aku pergi dini, mungkin akan hadir orang terbaik untukmu setelah ini. 
 Bagiku engkau adalah kekasih yang tuhan titipkan padaku untuk menjaga, menemani, mengasihi, menghibur ketika kau merasa sepi, bertahun lamanya kita menjalani kisah ini dan ternyata takdir tuhan berkata lain, ia mempunyai seseorang terbaik dan tepat untukku dan untukmu yang masih ia rahasiakan, pesanku jaga dirimu, ingat kita pernah bersama melewati berbagai rasa pahit manisnya kehidupan, kebersamaan singkat ini akan ku kenang hingga akhir hayatku nanti, selamat tinggal kasih, semoga bahagia dan do'aku terbaik selalu hadir untukmu. 

Sekian, terimakasih 😊
Dan teruntuk temen yang menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku ini atau sekedar mampir pun matur nuwun sekali. 
Kalau mau request DM aja lewat e-mail ku ya. 

Semangat membaca, dan nantikan tulisanku di episode selanjutnya teman. 

Bye salam coretan tintaku 😉
Wassalamualaikum wr wb. 

Thursday, July 2, 2020

Rasa yang lalu

  Kita tahu bahwa hujan menyisakan genangan air seperti rasa menyisakan sebuah kenangan air mata. 
 Bayangan kecintaan pada seorang pujaan memang terkadang menyisakan luka yang mendalam bila semua itu hanyalah sebuah kenangan. Senyum Indah, jelita wajah dan nurani yang mustahil berpindah adalah sebuah realita rasa bila manusia sedang mencinta, namun bagaimana bila ia sirna bak terpaan badai di pagi buta pohon tumbang tak berdaya hanyalah serpihan kata bahwa dahulu aku pernah mencintainya. 
 Dahulu aku rasa tak ada seorangpun yang melampaui cantik rupa, merdu suara dan Indah senyumnya kecuali hanya ia sang pujaan belai mata. Namun, ternyata aku buta dan di butakan oleh cintaku padanya, betapa tidak rasa yang tumbuh ini seolah menyeretku pada siksa batin yang kurasa, semakin ku suka terpaan lara yang kurasa, duka yang selalu hadir oleh sandiwara seolah aku bahagia bila bersamanya.
namun ternyata tidak, semua itu dahulu yang kurasa sebelum kecewa dan realita yang ada, datang menyapa lalu semua itu hanyalah kata bawa aku dulu pernah memiliki rasa padanya. 

Sekian, terimakasih.
Untuk kalian yang seneng baca tulisan aku, di DM aja ya via email aku di ahmadibnumimbar@gmail.com untuk request judul yang temen mau, pokoknya makasih bgt udah sedia membaca 😉.

Ingat, jangan mudah suka dan cinta sebelum ada yang meyakinkannya, dan jangan mudah yakin kalau belum ada buktinya 😊.

Bye sampai jumpa di tulisan aku selanjutnya .
Wassalamualaikum wr wb. 




Syair Mencintainya dalam Diam

أحببتها والصمت يحرق مهجتي ودموع عيني في الخفاء تسيلُ كم كنت أرجو أن أبوح بحبها لكنّ صوتي بالدجى مقيّلُ أرنو إليها من بعيدٍ خاشعًا والقلبُ يض...