Bayangan kecintaan pada seorang pujaan memang terkadang menyisakan luka yang mendalam bila semua itu hanyalah sebuah kenangan. Senyum Indah, jelita wajah dan nurani yang mustahil berpindah adalah sebuah realita rasa bila manusia sedang mencinta, namun bagaimana bila ia sirna bak terpaan badai di pagi buta pohon tumbang tak berdaya hanyalah serpihan kata bahwa dahulu aku pernah mencintainya.
Dahulu aku rasa tak ada seorangpun yang melampaui cantik rupa, merdu suara dan Indah senyumnya kecuali hanya ia sang pujaan belai mata. Namun, ternyata aku buta dan di butakan oleh cintaku padanya, betapa tidak rasa yang tumbuh ini seolah menyeretku pada siksa batin yang kurasa, semakin ku suka terpaan lara yang kurasa, duka yang selalu hadir oleh sandiwara seolah aku bahagia bila bersamanya.
namun ternyata tidak, semua itu dahulu yang kurasa sebelum kecewa dan realita yang ada, datang menyapa lalu semua itu hanyalah kata bawa aku dulu pernah memiliki rasa padanya.
Sekian, terimakasih.
Untuk kalian yang seneng baca tulisan aku, di DM aja ya via email aku di ahmadibnumimbar@gmail.com untuk request judul yang temen mau, pokoknya makasih bgt udah sedia membaca 😉.
Ingat, jangan mudah suka dan cinta sebelum ada yang meyakinkannya, dan jangan mudah yakin kalau belum ada buktinya 😊.
Bye sampai jumpa di tulisan aku selanjutnya .
Wassalamualaikum wr wb.
Teringat heum -_
ReplyDelete