------
Di antara sekian banyak manusia yang kita jumpa, dan dari banyaknya orang yang kita kenal sapa mungkin tak semuanya dari mereka kita suka, hanya ada satu atau beberapa yang membuat hati terbuka, gelegar diri tak berdaya ingin sekali memilikinya atau sebatas teman dekat saja.
Tak heran dari kedekatan itu peluang untuk semakin dekat bahkan potensi tuk memiliki semakin terbuka sehingga penyematan kekasih pun jatuh ( hati ) padanya.
Nah, ketika orang yang kita suka telah berada pada posisi yang kita inginkan, timbulah hasrat dan niat untuk membahagiakan, dan kondisi seperti ini akan membuat fungsi akal dan hati menjadi mati sebab diri telah dikuasai oleh sang pujaan hati.
Dan ketika waktu kebersamaan mulai terasa menyenangkan, siang terasa cepat, malam seolah singkat menunggu pagi pun terasa berat, dompet ingin selalu padat, diri mulai terawat, waktu dengan teman mulai tak ingat oleh karena hati yang dipikat oleh nafsu sesaat.
Dan tatkala kebersamaan yang sudah di jalin dengan jalan yang cukup lama dan valid, anniversary sudah berjilid jilid dan bahkan kondisi yang memungkinkan mengarah pada zona yang lebih baik lagi terkadang cobaan silih berganti datang menghampiri.
Tak jarang keegoisan pun hadir bila kedua hati tak ada yang mau mengerti, cuek yang tak di sadari atau kebiasaan lalu lupa tuk di lakukan kembali sehingga kata ilfil, kesal, dan bahkan curiga mulai menghampiri dan situasi ini rentan untuk saling membenarkan diri dan bila tak ada kedewasaan sendiri sulit rasanya untuk di perbaiki hubungan yang semua tak ternodai kini harus sirna oleh konflik keegoisan diri sendiri. Dan tetapi, bila diri mampu tuk melewati rintangan yang demikian tadi maka semoga kebersamaan ini menjadi abadi hingga jenjang pelaminan nanti.
Namun, apabila rintangan datang dari orang tua yang tak merestui, atau dari cobaan problema keegoisan dan kekecewaan tadi atau bahkan takdir tuhan tak meridhoi maka tak ada daya manusia yang lemah ini untuk melawan atau menerobos takdir tuhan yang telah di garisi olehnya sang pemilik hati. Gundah, risau, sedih, luka nestapa hati kata ikhlas tertuntut pada diri ini karena tuhan lebih tau siapa, kemana, dan kapan hati ini harus menepi. Berbaik sangka padanya dan jangan pernah sebaliknya, ingat tuhan maha mengetahui segalanya dan terbaik untuk hambanya.
Padamu kasih, Sudahlah biarkan aku pergi dini, mungkin akan hadir orang terbaik untukmu setelah ini.
Bagiku engkau adalah kekasih yang tuhan titipkan padaku untuk menjaga, menemani, mengasihi, menghibur ketika kau merasa sepi, bertahun lamanya kita menjalani kisah ini dan ternyata takdir tuhan berkata lain, ia mempunyai seseorang terbaik dan tepat untukku dan untukmu yang masih ia rahasiakan, pesanku jaga dirimu, ingat kita pernah bersama melewati berbagai rasa pahit manisnya kehidupan, kebersamaan singkat ini akan ku kenang hingga akhir hayatku nanti, selamat tinggal kasih, semoga bahagia dan do'aku terbaik selalu hadir untukmu.
Sekian, terimakasih 😊
Dan teruntuk temen yang menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ku ini atau sekedar mampir pun matur nuwun sekali.
Kalau mau request DM aja lewat e-mail ku ya.
Semangat membaca, dan nantikan tulisanku di episode selanjutnya teman.
Bye salam coretan tintaku 😉
Wassalamualaikum wr wb.
What a wonderful words :)
ReplyDeleteWhat a wonderful words:))
ReplyDeleteNice.....
ReplyDeleteApa aja
ReplyDelete